Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Rabu, 13 November 2013

Ketika kamu marah....


Melihatmu seperti ini, membuatku seakan ingin menyerah.
Melihatmu seperti ini, membuatku seakan ingin marah pada diriku sendiri yang tidak pernah bisa membuat dirimu merasa benar-benar bahagia.
Aku tahu bagaimana sikap dan caramu ketika kamu marah.
Aku mempelajari semua itu.
Mulai dari gerak-gerikmu, tatapanmu, caramu mengirim pesan padaku.
Aku tahu, aku mengerti.

Andai kau ada di posisiku saat ini, akankah kau kuat menghadapinya?
Sifatmu yang cuek itu sudah lama ada dalam dirimu.
Jika kau cuek dan marah, aku rasanya ingin mati saja.
Menghadapimu yang seperti ini sudah cukup lama bagiku.
Dan jika kau tanya alasan mengapa aku tetap bertahan... pasti alasannya simpel.
Alasannya, aku mencintaimu. Hanya itu.
Kau selalu bilang bahwa kau tak pernah suka jika aku menangis.
Namun, tahukah kamu, jika aku tidak menangis, rasa sabarku itu akan hilang.
Tangisanku ini, seperti senjata terakhirku dalam menghadapimu.
Saat aku berusaha untuk mengajakmu berbicara baik-baik, kau malah menutup telinga.
Kau malah menulikan diri.
Jika kau bertanya, apa alasanku bersifat seperti ini saat kau cuek...
Alasannya juga simpel.
Alasannya karena aku tidak ingin kehilanganmu.
Mungkin kau berpikir bahwa aku ini gila, egois, atau sebagainya.
Aku mencintaimu. Hanya itu yang ku tau.
Hanya kamu yang ku miliki. Hanya itu yang ku tau.
Jika kau ingin bertanya alasan lain, aku tidak tahu jawaban apa yang harus ku berikan padamu.
Hanya ada tiga alasan,
 aku mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu, dan hanya kamu yang ku miliki.

Sekarang, giliranku bertanya padamu...
Jika kamu terus cuek seperti ini, lalu aku menyerah, apa yang akan kamu lakukan?
Yang ku tahu, hanya aku yang bisa tahu apa yang kamu rasakan.
Aku mempelajari dirimu. Aku mencintaimu. Hanya aku yang mengerti.
Jika kau tetap cuek, lalu aku pergi, apa yang akan kamu lakukan?
Kau akan membiarkanku pergi?
Lalu, di mana kamu akan mendapat wanita seperti aku lagi?
Di mana lagi kamu bisa mendapat wanita yang mempelajarimu dan sabar menghadapimu?